Monday, August 23, 2010

Malam di Ujung Minggu.

Di rumah tinggi itu, di rumah lantai 5 yang mempunyai ruang tengah sedikit luas itu. setiap malam di ujung minggu kita berkumpul menyetor uang mingguan demi cita-cita liburan kita. namun bukan hanya setoran saja yg terkumpul malam itu, tetapi individu dari setiap penjuru Indonesia berkumpul bersama membentuk suatu cerita yang "...", apa yang bisa saya tulis disini? kalian bukan hanya menyenangkan, mengharukan, atau luar biasa. Sahabat, kalian lebih dari luar biasa! Lima hari dalam satu minggu berkutat dengan urusan kuliah, mencaci dosen dan deadline, mengeluh ini itu. tapi pada satu malam di ujung minggu itu kita bisa tertawa lebih keras dari biasanya, kita bisa menghina lebih pedas dari biasanya, kita bisa lebih sombong atau angkuh dari biasanya. andai fajar tidak terbit atau matahari tidak muncul, andai alarm alam itu tidak menyadarkan kita. kita bisa habiskan dua puluh lima jam hanya untuk mengobrol dan tertawa. Hmm, masa-masa yang indah bukan?

Masih ingat permainan "tebak lagu"? itu permainan yang kita ciptakan. yang membuat kita tertawa dan menghina semalam penuh. kehadiran kalian bisa membunuh rasa rindu rumah, kalian seperti keluarga tanpa peran ayah ibu. kalian mendengar tanpa harus diminta, kalian menghibur tanpa harus berhenti, dan kalian selalu ada disana tanpa syarat. entah bagaimana rasa terima kasih ini terucap kepada kalian. mungkin nanti di suatu malam di ujung minggu, kalian ingin bermain "tebak lagu" bersama-sama lagi?

Di kota Bali itu kita mengikat janji akan selalu menjadi sahabat. aliran sungai rafting di Bali itu mungkin menjadi momen yang paling klimaks dari album perjalanan kita. tangga menuju kamar ganti itu mungkin menjadi tangga persahabatan kita ke tingkat yang lebih tinggi. pantai kuta di malam hari itu menjadi saksi pengikraran kita menjadi sebuah keluarga besar. bahkan sampai sekarang, setiap malam di ujung minggu kita pasti membahas kota Bali itu, liburan yang jelas membekas di setiap kita. menempel di sel otak dari semenjak kita mendarat mencari taksi blue bird hingga pamit dengan dua sahabat baru di Mcd airport. ya, peristiwa yang bersemayam begitu dalam di hati.

Setiap individu mempunyai takaran yang tepat, tidak kurang tidak lebih. tidak baik tidak jahat. tidak polos tidak liar. ini jelas racikan Tuhan, racikan yang serba pas. seperti angka delapan dalam raport, tidak bagus tidak jelek. keseimbangan inilah yang meninggalkan kesan eksklusif. dimana kita berhati-hati menerima orang baru, menghardik mereka seperti "maaf kami sudah seimbang, tolong cari keseimbanganmu yang lain di luar sana". tapi betul, keseimbangan ini mahal harganya, arti keseimbangan dalam persahabatan ini lebih dari sekedar materi.

Sekarang, kalian masing-masing sudah memegang boarding pass untuk melanjutkan lagi petualangan hidup kalian yang saya yakin pasti makin menarik. saya bahagia Teman, terima kasih sudah mengisi cerita hidup ini. kenangan ini akan terus disimpan, dibungkus rapi supaya bisa diceritakan suatu hari lagi di suatu malam di ujung minggu kepada keluarga baru kalian.

mengutip tulisan saya sebelumnya.

selamat jalan dan selamat menempuh mimpi kalian kawan.. agungkanlah mimpimu dan mimpiku, karena sebetulnya tujuan kita sama, hanya jalurnya saja yang berbeda.. bersama bergandeng tangan mengadahkan kepala dan tersenyum menatap masa depan.. jadilah mimpi, jadilah orang, jadilah legenda!

Sampai berjumpa lagi di gerbong kereta antar negara Eropa ketika berlibur, atau secara tidak sengaja bertemu di starbucks pelataran mall di dubai yang panas namun superb modern, atau bahkan bertatap muka ketika kita menunaikan ibadah haji bersama.

Amin Amin Amin, Salam sukses dan bahagia selalu

Aricko Khena Kaban Malaysia,2010

we cant bring back memories, so back to our motto. don't cry because its over, smile because it happened! :)