Sunday, October 18, 2009

Melow sekali tak mengapalah..

Malam itu hujan gerimis, kan?
oh ternyata itu sudah bukan malam lagi, sudah hendak fajar namun ya Tuhan, mata ini masih saja segar berbinar, segar melihat dinding-dinding kamar yg dipenuhi oleh gambarnya
gambar wajahnya yang terukir jelas di setiap sel otak yang terproyeksi di setiap inchi dinding kamar itu. aneh, bahkan ketika kututup mata, gambar itu seakan bergerak menjadi satu animasi yang bercerita. bercerita tentang satu niat, sejuta rencana dan semiliar harapan.
ooh tolong hentikan alur cerita ini wahai otak!
saya ingin tidur bermimpi, lelah satu hari berurusan dengan bajingan berlabel realita
"tidur tenanglah otak, luluh lantakkanlah kenyataan itu dengan mimpimu!" pintaku kepada otak
"tidak, bukan. ini bukan diriku melainkan hatimulah yang menginginkan demikian!" si otak menjawab
wahai malaikat kecil, wahai engkau unsur yang telah berjaya menembakan busur panah itu tepat di jantung hatiku
Maha Suci DiriMu ya Tuhan. dia telah membuatku jatuh, dia telah membuatku mencinta.

Kamu yang dengan tingkah lakumu berhasil membuatku tersenyum
kamu yang dengan gurauanmu berhasil membuatku tertawa
kamu yang dengan pikiranmu berhasil membuatku sadar
kamu yang dengan mimpimu berhasil membuatku kagum
dan kamu yang karena dirimulah berhasil membuatku mendamba.

Saya gila hai teman! sungguh kewarasan otak ini telah dirampas olehnya. oleh kamu wahai ratu hatiku
tersenyum sendiri dalam kesendirian, larut dan mudah menyatu dengan lagu-lagu manis, berpikir keras setiap saat tentang strategi seolah-olah akan terjadi perang. ya perang ini untuk memenangkan hatimu
kurela bertarung dengan mereka para pejuang cinta yg bersedia berlutut di depanmu
dan demi Tuhan akan kuberikan segala yang terbaik dalam setiap pertarungan agar mereka tersisih satu demi satu
hingga ketika saya berdiri di atas sana sebagai pemenang yang telah merampas kewarasanmu
saya akan berlutut di depanmu bertanya satu pertanyaan sakral
dan terus berlutut sampai ketika kamu menjawab "yes, I will.."

Dan ketika Ijab Kabul itu telah terucap, dengan Tuhan beserta malaikat sebagai saksinya
disanalah engkau telah memahat namamu lengkap di hatiku
kuberikan seluruh jiwa ragaku dan janji untuk terus setia kepada satu wanita terbaik sampai batas waktu yg tidak ditentukan.
kulindungi dirimu laksana cakrawala yg terus melindungi bumi,
kupeluk dirimu seperti lautan yang memeluk erat pantainya,
kuhadiahi dirimu sebuah cinta tanpa syarat.


Ya..malam itu hujan masih gerimis..

Dan ketika bersamamu, aku tak perlu tidur bermimpi
bagiku..kamulah mimpi itu, kamulah masa depan itu.


would u please just staring at my eyes for 5minutes..oh no, make it 3! you are gonna sooo in love with me!=)

untukmu,
dan hanya untukmu..



Asmirandah Zantman


Saturday, October 3, 2009

Indonesia VS Malaysia

Menarik. akhir-akhir ini banyak sekali teman yang suka bertanya macam-macam tentang bagaimana hubungan indonesia dan malaysia baik itu sekedar pertanyaan pembuka iseng di YM atau pertanyaan serius, tergantung tingkat kekesalan mereka masing-masing. tapi yang pasti, mereka semua kesal.

Sudah jelas bahwa claim mengklaim pasti menjadi topik utama obrolan kami. "kenapa tari itu di claim ko?", "malaysia ga punya budaya ya ko?", "cepet pulang ke indonesia sebelum lo di claim ko!". akh repost sekali pertanyaan-pertanyaan seperti itu. tapi jujur saya senang, ternyata masih banyak teman yang peduli terhadap negara dan terlihat juga bahwa kita masih bisa bersatu ketika kewibaan negara terusik. di tulisan ini saya hanya mencoba merespon dengan sederhana pertanyaan teman-teman. teman yang sama seperti saya, yang ingin indonesia maju, kokoh dan disegani. mungkin respon ini tidak sejalan dengan pemikiran teman sekalian, saya juga adalah tamatan strata 1 sama seperti kebanyakan kalian, jadi mari kita jadikan ini ajang diskusi.

Semenjak kuliah saya senang memecahkan masalah dengan hubungan sebab-akibat, terus bertanya "kenapa" dalam menganalisa masalah. menurut saya metode seperti itu bisa menjelaskan sebuah masalah hingga ke akar-akarnya. analoginya seperti ketika merasakan sakit perut. Saya akan bertanya, kenapa bisa sakit perut? oh itu gara-gara saya suka makan pedas. kenapa saya suka makan pedas? itu karena dari kecil saya suka sambal. pertanyaan saya berhenti sampai dsini karena menurut saya tidak ada gunanya menyalahkan masa lalu. dari analisa masalah tersebut terlihat bahwa apabila saya mengurangi makan pedas saya bisa terhindar dari sakit perut. bisa juga saya mencari kayu putih, namun apabila kebiasaan makan pedas itu tidak dikurangi maka saya harus rela sakit perut, mencret atau bahkan usus buntu.

Saya juga ikut bertanya ketika orang bertanya kenapa budaya kita bisa pindah ke negara lain. saya baca artikel yang berkaitan dan saya menemukan bahwa sebetulnya budaya tersebut datang dari sekelompok orang indonesia yang rindu berbudaya di negara orang. lalu saya bertanya lagi kenapa orang indonesia itu bisa datang ke malaysia? oh mungkin mereka ingin mencari sedikit makanan karena susah bagi mereka untuk mencari makanan di negara sendiri. bahkan ada anekdot bahwa di indonesia cari makan dengan cara haram saja susah. susah memang masalah perut, klo perut lapar, yang haram pun bisa dihalalkan. lalu saya bertanya lagi kemana perginya makanan mereka padahal saya tau bahwa sumber daya alam indonesia melimpah ruah? oh ini gara-gara rezeki mereka habis dirampas oleh koruptor yang entah kenapa masih bebas berkeliaran dengan toyota camry terbarunya. bukan rahasia lagi bahwa indonesia ialah negara terkorup di dunia. saya bertanya lagi kenapa banyak koruptor di indonesia? opini saya mengatakan bahwa ini karena hasil didikan orde baru. analisis saya hanya sampai disini karena percuma menyalahkan masa lalu. kecuali kalau teman-teman punya jawaban lain mengenai pertanyaan kenapa banyak koruptor di indonesia.

Dari penjelasan masalah di atas jelas bahwa akar dari masalah ini ialah para koruptor tamak walaupun saya juga menyesalkan tindakan pemerintah malaysia yang asal main claim saja. tapi seperti sakit perut tadi, kalau kita bisa menekan jumlah koruptor kemungkinan orang migrasi ke negara orang jadi kecil dan kmungkinan budaya kita pindah juga menjadi mustahil. klo kita hanya menyalahkan pemerintah malaysia saja tanpa ikut membenahi diri, maka mungkin kebudayaan dan wilayah kita bisa habis diborong oleh malaysia, singapura, atau timor-timor sana. ingat teman! tanah yang dipakai orang singapura berpijak sekarang ini adalah tanah sumatera. mungkin nanti batam juga bisa dibeli cash oleh singapura.

Yang saya kagumi namun saya sesalkan adalah bagaimana rakyat indonesia menyikapi masalah ini. kagum karena persatuan negara jelas terlihat ketika kesatuan NKRI terusik. namun prihatin juga karena rakyat sedikit-sedikit ingin perang! perang adalah lose-lose solution. tidak ada yang diuntungkan dengan adanya perang, yang jelas sekali adalah akan banyak korban jatuh di kedua belah pihak. tidak akan adanya lagi kerjasama antara dua negara. siapa yang akan memberi pekerjaan terhadap jutaan TKI yang pulang? apakah negara siap untuk itu? kalau belum maka hanya akan terjadi urbanisasi besar-besaran yang ujung-ujungnya ialah meningkatnya tingkat kriminalitas di kota besar. klo ada yang bersedia memberikan lapangan pekerjaan bagi jutaan TKI tersebut kasitau saya. saya yakin para TKI itu akan pulang dengan senang hati, karena sebetulnya situasilah yang memaksa mereka untuk memilih bekerja dsini. selain itu, biaya untuk perang juga sangat besar. apakah kalian rela gaji kalian dipotong oleh pajak perang? ok apabila gaji kalian sudah besar. tapi apa nasib orang yang bergaji kecil namun tetap dipotong juga padahal dia harus menghidupi 5 orang anaknya? apa negara mau membantunya? alangkah baiknya bila biaya perang yang besar itu dialokasikan menjadi sekolah-sekolah di daerah, atau sebuah permukiman layak bagi korban lapindo. SBY itu bukan penakut, tapi beliau mungkin sadar kalau perang itu hanya akan memperkeruh keadaan. coba teman berikan satu contoh saja keuntungan dari perang?klo hanya sekedar membuat jera, apakah itu worth it?

kenapa tidak semangat perang yang besar itu kita jadikan semangat memberantas korupsi? sebagai tambahan. tourism malaysia yang kalian benci setengah mati itu sukses mendatangkan jutaan turis ke malaysia. tahukah kalian siapa wisatawan terbanyak di visit malaysia? yup..orang indonesia yang menelan ludah sendiri demi mendapatkan sepatu vinci dengan harga murah. ironis bukan? saya juga aneh dengan simpati publik yang berlebihan tentang kasus manohara! sampai ada sinetron yang mengadopsi ceritanya! oh..for godsake people! dia itu sudah kaya, sudah sejahtera, sudah cukup makan! siksaan yang dia alami tidak sebanding dengan TKI di malaysia atau di timur tengah sana. ada anak kecil yang sudah 8tahun ditinggal ibunya kerja di arab, anak itu tidak tahu apakah ibunya masih hidup atau tidak, tapi apa tindakan pemerintah? nothing! orang kecil memang tidak ada harganya di mata pemerintah. media juga tidak mau mengangkat berita seperti ini karena dianggap tidak menjual(Just like their motto: Good News is Bad News), dan publik pun tidak akan tertarik dengan berita seperti ini. and FYI, dari pandangan saya sebetulnya dari 5 TKI dsini. 1 disiksa, 2 hidup cukup, dan 2 lagi sukses besar! tapi anehnya media tidak menganggap TKI yg sukses itu sebagai berita yang menarik. publik indonesia terus menerus disuapi drama, disusun sedemikian rupa sehingga merangsang publik untuk membenci. i strongly recommend u not to believe totally in media. use ur sense lil bit. kebanyakan TKI juga mengaku lebih takut kepada imigrasi indonesia daripada imigrasi malaysia. di imigrasi malaysia jelas, apabila bersalah mereka dihukum, tapi klo benar mereka mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya. di indonesia, pihak imigrasi entah kenapa hanya memandang sebelah mata kepada para pahlawan devisa itu. mau benar atau salah ujung-ujungnya diperas juga. tragis bukan? berkoar kita meneriakan kesalahan orang lain, tapi borok sendiri masih segar bernanah.
jangan kalian tanya tentang nasionalisme. saya hanya mahasiswa tamatan strata 1 yang ingin indonesia maju, kokoh dan disegani lebih dari apapun. mari bersatu bakar koruptor!!

they all great peoples..if u know them well..ur gonna love em..:)

Friday, July 31, 2009

Kenangan SMA 5 Bandung

Ada orang baru yang masuk ke rumah saya. yang satu bapa-bapa satu lagi abang-abang. mereka berdua sama-sama mengambil s3 program politik dan sama-sama mengajar di universitas yang sama. malam itu kita ngobrol banyak tentang politik. sebenernya mereka yang mengobrol saya hanya menyimak omongan mereka. mulai dari calon presiden sampai kekayaan para pejabat bajingan itu. malam menjemput dan si bapa-bapa itu mulai masuk kamar. tinggallah saya dan abang-abang itu ngobrol-ngobrol di ruang tengah. obrolan pertama masih bernuansa politik dan sebagainya. sampai ketika dia menyatakan kalau dia kenal sama "abe neo". lalu saya tanya apa hubungan dia dan si abe itu?. dan dia menjawab, "aah jaman dulu itu..saya dulu juga suka ngerap gtu!". wah hobi yang sama pikir saya. lalu saya tanya apakah dia kenal beberapa bintang hip-hop lokal yang lain yang sebagian besar adalah idola saya pada jamannya. dan iya jawab "iyaa"..woow..then it turns out that he knows some of a local hiphop stars!hell yeeeaahh!!it was like someone deep inside me is wake the fuck up!akhirnya kami tukeran koleksi lagu. dan semalaman itu sampai pagi saya terus menikmati alunan syair dari musik hiphop sampai pagi menjelang. Aah..saya ini punya lagu sendiri ternyata..

Riko - Sayonara (selamat tinggal kawan).mp3

[star trek soundtrack] (lagu yg selalu dimainkan ketika kabaret perform)
[ambilkan bulan bu] (potongan klip dari film yg saya buat bersama teman2 sma kelas 3)

[intro]
yea..yo remember that? (fo sho yeah)
we all have fun in that time knoamsayin..(have fun in that time)
one mind, one topic, one dream, we are one family.. (one family fo real yeah)
this song is for yall friend..ai check this out..yea yeah..check..

[verse 1]
terasa sepi hari-hari tuk kulewati
tanpa adanya kawan sejati yang menemani
tak terasa tahun indah telah berganti
tapi kenangan manis kan slalu abadi
kerinduan yang kupendam sangat mendalam
terhadap pakaian seragam yang sudah usang
putih abu-abu kan kuingat slalu
waktu dimana terjadi masa indahku
waktu ketika kita tertawa bersama
bermain kartu ketika guru ga ada
nyontek kiri kanan depan ketika ulangan
atau sekedar ngobrol di pinggiran jalan
kau selalu ada ketika ku susah
kegembiraan kita nikmati bersama
tapi kini kau hilang bersama memori
dan kurasa, kan takkan pernah terganti

[ref]
selamat tinggal kawan, syukur kupanjatkan
pada pencipta atas sebuah pertemuan
selamat tinggal kawan, sahabat sejati
bersama-sama kita ukir satu memori
selamat tinggal kawan, kita kan berpisah
kenangan akan dirimu trasa sangat indah
terima kasih kawan, jagalah dirimu
bagian indah dalam satu kisah hidupku

[verse 2]
ngobrolin apa aja kita bisa rame
topik nyasar ga jelas, ga pernah cape
ketawa terbahak-bahak sampai mulut kering
dikomentarin guru ku ga ambil pusing
jumat bel istirahat waktunya berpesta
pelajaran matematik mungkin ga ada
kabur lewat kantin 3 ku langsung pergi
cabut kemana aja yang penting ku happy
sekarang semua hanya tinggal memory
kita berpisah dan masa indah pun berhenti
kita kejar mimpi kita yang sama
hanya saja jalan kita yang berbeda
mungkin 10tahun lagi kita bertemu
dan kuharap kau tidak lupa akan namaku
RIKO A.K.A KODERAP simpan dalam hati
selamat tinggal kawan, dan kini ku pergi.

[ref] 2x

[outro]
this song is dedicated, to all my friends out there
who give the big influence in my life knoamsayin
especially in 5 senior high school 2004
kotekers, kabaret crew, Ai Husniyah R.I.P
we miss u.
one love, peace and im out..
yeah..koderap out!


DOWNLOAD

Thursday, April 30, 2009

Saya Single dan Autis..

Itu hari sabtu. dan oh lihatlah itu saya bangun terlalu pagi di hari sabtu. sikat gigi, cuci muka, dan..ah, saya rasa tidak perlu dibahaslah masalah ini. makan masakan yang sudah dimasak sendiri, melamun sendiri, dan oh sunggu bosan sekali hari sabtu itu. uang banyak namun ujian banyak, menyebabkan pagi itu saya pergi ke stasiun bis dekat rumah, menyebabkan pagi itu saya pergi ke KL sendirian tanpa teman, karena teman katanya sibuk belajar, tapi lihatlah itu YM mereka yang kuning-kuning, dan lihatlah itu Facebook mereka yang selalu update.
Itu saya duduk di dalam bis sendirian menggunakan celana pendek, kaos dan sendal jepit. ah casual sajalah, ah santai sajalah, tidak pakai baju juga saya sudah bagus. dan lihatlah itu saya tersenyum sambil melambaikan tangan ke mobil yang datang dari arah berlawanan. mereka terlihat bingung karena merasa tidak mengenal saya. tapi saya tidak perlu bingung, karena saya tahu mereka membutuhkan jarak yang jauh untuk memutar kendaraannya. saya buka dompet saya. dan "oh sial, uang masih banyak!".
turun saya dari bis. bukan karena saya ingin, tapi karena harus. loh kenapa harus? itu karena memang sudah sampai terminal terakhir. berjalan kaki saya melewati china town terus belok kanan melewati terminal dan lurus terus sampai ketemu halte bis, belok serong kanan terus lurus lagi, dan apabila kamu ketemu hotel maka belok kirilah kamu. dan oh sampailah saya di sana. di sana, di tempat yang katanya banyak anak muda berkumpul untuk bersosialisasi, dengan macam-macam kelaminnya, dengan macam-macam gayanya, dengan macam-macam bahasanya, namun hanya satu macam tujuannya, yaitu untuk mendapatkan label AGKL(Anak Gaul Kuala Lumpur). tapi bukan itu ah tujuan saya, sudah letih ini saya menyandang label AGZ(Anak Gaul Zimbabwe) selama satu dekade lebih.
Oh teman lihatlah itu, oh lihatlah ada orang memakai baju yang sangat changcuters sekali disana, sedang menunggu taksi/bis sendirian disana. situasi kosong. dengan senyum merona saya beranikan berkenalan dengannya.
"hai..vokalis changcuters itu kakak kelas saya di SMA!" saya membuka perkenalan.
"hah??" katanya bingung.
"iya..si Triya itu kakak kelas saya, anak kabaret juga sama!"
"hah???" katanya makin bingung
Lalu masih dengan senyum merona saya tinggalkan ia begitu saja. saya tidak akan bingung karena saya tau jelas niat saya apa. tapi oh itu lihatlah dia disana, saya yakin dia pasti resah gelisah setelah saya tinggalkan dia sendirian disana. saya berani begitu karena saya tau bahwa saya tidak akan bertemu lagi dengannya. tapi di bandung, di kota kecil nan indah itu, saya tidak berani. karena setiap orang pasti punya mutual friend jika dicek di facebook. saya malu jika ternyata orang lain itu ialah temannya teman saya. saya ini kan pemalu.
duduk saya di kedai india itu, duduk bukan karena harus. tapi karena ingin, ingin istirahat, ingin minum, ingin merokok.
"mau pesen apa bos?" itu ada pelayan india bertanya.
"nasi goreng ada bang?" saya balik bertanya.
"ada..ada.."
"boleh pake ayam goreng ga bang?"
"boleh..boleh.." semangat si india itu menjawab.
"kalau gtu saya pesen tea ice bang.." saya memesan.
saya diam dan bakar rokok. hening sejenak.
"makannya apa bos?" si india itu bertanya lagi.
"ah ga deh bang..saya baru makan..masih kenyang.."
ah sungguh nikmat sekali menyeruput minuman dingin di tengah teriknya matahari KL yang sangat panas hari sabtu itu. dan ooh..dompet masih tebal.
Saya lanjutkan jalan kaki menuju salah satu pusat perbelanjaan yang terletak di daerah tersebut. dan oh lihatlah itu dia si Siswanto, seorang pekerja keras asal Jawa Timur, seorang mandor di salah satu proyek, teman baru saya ketika sama-sama menjadi saksi pemilu di kedutaan Indonesia. dia memanggil saya "Bro Riko..", dan dengarlah itu saya panggil dia "Mas Sis.." tidak perlu saya ikut memanggil dia "Bro Sis.." karena perpaduan katanya terdengar sama seperti "SheMale".
"Hallo Bro Riko apa kabar nih? lagi ngapain disini?" dia menyapa.
"Halo Mas Sis, alhamdulillah sehat..mas sendiri apa kabar? ini lagi mau jumatan di sekitar sini mas.." saya menjawab.
"jumatan apa? ini kan hari sabtu!"
"iya mas, abis tadi macet di jalan, jadi telat!hehe.."
"hahaha..ah bisa aja kamu..mau kmana? mau ikut saya ga? ada sukuran partai.."
"wah ga usah mas..temen-temen dah nunggu dsana.." berbohong sedikit, soalnya tengsin kalau ketauan jalan-jalan sendirian sama temen baru.
"oiya? wah rame ya temen-temen dsana?"
"iya mas..mau ikut? tapi kebanyakan bencong!"
"oh gausah..saya ini udah telat ke acara itu.."
"ohh ok mas hati2 kalau gtu.."
"daaah.."
SHIT. kalau saya tau dia sudah terlambat, saya tidak akan menggunakan kata bencong. tapi ya sudahlah. sekalian menguji apakah dia bisa menjadi teman sejati atau tidak.
dan itu saya sudah di dalam Mall sedang melihat-lihat sepatu di toko Jeans. ditemani pelayan yang setia menemani saya di belakang. mirip sekali seperti hubungan ikan paus dan ikan-ikan kecil di sekitarnya. dan tentu saja saya si ikan kecilnya.
"kak..kapan ya ada diskon lagi?" tanya saya.
"aduh..saya juga kurang pasti.." jawabnya.
"nanti kalau ada diskon boleh kasitau saya?" saya tanya lagi.
"iya boleh.." jawabnya lagi.
Saya pergi menuju pintu keluar meninggalkan pelayan tersebut yang kembali membereskan barang-barangnya. selang 15 detik saya datang lagi dan bertanya.
"nanti kasih tau klo ada diskonnya gmn?" tanya saya.
"eh iya..gmn ya.." sedikit bingung dia menjawab.
"saya kasih email saya boleh?"
"iya boleh.."
Lalu saya tuliskan email saya di secarik kertas yang dia kasih. saya berikan kertas itu dan ucapkan terima kasih. karena itu yang selalu diajarkan oleh orang tua saya.
"Nuhun nya teh..mangga ah teh.." kata saya.
saya lihat dia bingung, tapi mungkin dia bukan bingung karena kalimat "mangga.." yang saya ucapkan tadi. mungkin karena signature yang saya bubuhkan di bawah email yang tertulis "Prof.Dr.Aricko Khena (Calon pengendara mobil berplat nomer RI 28)". setelah itu saya turun ke, oiya sebelum saya lanjut bercerita. ada baiknya kita ucapkan amiin dulu. semoga saya bisa menjadi apa yang saya tulis di signature tersebut. AMIIINN...
Dan lihatlah itu saya merokok lagi di depan pintu masuk Mall dekat asbak umum. ah merokok terus ya. tapi tidak apalah. kakek-kakek yang saya temui di kampung juga pada merokok semua. jarang kakek-kakek yang tidak merokok. oh, mungkin mereka yang tidak merokok tidak sempat menjadi kakek-kakek. merokok itu saya disana bersama si bule juga yang sedang merokok.
"malaysia is very hot!" dia tiba-tiba berkata.
"oh, yes correct.." jawab saya.
"y'know..you should come at December! it's snowing here.." saya menambahkan.
Lalu si bule itu memandang saya jijik, mematikan rokoknya dan berlalu begitu saja.
"hahaha..you dumb ass motheF-er..Im just F-ing around with cha!" teriak saya keras. tapi saya yakin si bule itu tidak mendengarnya. itu karena saya berteriak dalam hati.
itu duduk saya di trotoar sambil menunggu bis untuk pulang. duduk saya memegang rokok masih memakai celana pendek, kaos dan sendal jepit. saya sudah tidak bagus lagi. kurang bagus karena peluh dan kotor menghiasi diri. dan coba itu kamu lihat disana, ada banyak orang rapih-rapih, cakep-cakep, gaya-gaya sedang ikut menunggu bis juga. tapi hanya saya yang duduk yang di trotoar itu. bukan karena harus. tapi itu saya ingin karena lelah. tatapan anak-anak gaul itu seperti berkata "siapa sih ini orang? lusuh banget. duduk di jalanan lagi. kampungan banget. ga lihat apa siapa kita? kita keren, kita gaya, kita pintar. coba lihat dirimu? memang siapa kau?"
"programmer" gumamku pelan.
Sudah sampai itu saya di terminal dekat rumah. tapi itu saya tidak langsung pulang. saya naik bis yang lain untuk pergi mengitari kampus. itu kampus saya sendiri. kampus tempat dimana saya merajut masa depan saya. universiti kebangsaan malaysia. eh tapi itu salah, yang betul Universiti Kebangsaan Malaysia. harusnya pakai huruf kapital klo menulis nama tempat. tapi sudahlah ya tidak usah diganti. ini saya lagi malas. naik dan turun saya di tempat yang sama. menyebabkan itu si supir bis sedikit bingung, "kampus aman ah..mangga.." itu saya ucapkan sebelum turun dari bis.
Naik tangga saya menuju rumah manis rumah(home sweet home.red). istirahat sambil menyiapkan proposal defense minggu depan. oiya, bagaimana kabar exam kalian teman? semoga saja memuaskan ya hasilnya. tapi klo ternyata tidak, janganlah menyalahkan Facebook dan YM. mereka juga hanya program biasa yang tidak luput dari kesalahan, tidak ada program yang tak retak.

* dilebih-lebihkan supaya bercerita, tidak dilebih-lebihkan tidak ada cerita.
** credit to H.Pidi.

Thursday, April 2, 2009

Saya dan dia..

Itu sudah sekitar 8 tahun lamanya kita kenal satu sama lain dan selama itu juga kita telah mengukir cerita cinta diantara kita. iya itu cinta. saya sebut itu cinta walaupun itu mungkin bukan cinta sejati, karena menurut hemat saya, cinta sejati itu hanya hadir dalam dunia dongeng. oiya, tahukah kamu bahwa saat pertama kali kita berkenalan, saya sempat perang dingin dengan teman saya sendiri, dengan teman yang akhirnya menjadi sahabat dan saya beri label sahabat sejati. sahabat yang ternyata malah mendorong saya untuk semakin memujamu.
Malu dan enggan diri ini ketika menatap langsung matamu, kudekati teman-teman dekatmu dulu untuk betul-betul meresapi betapa cantik dan indahnya dirimu. lalu dengan segala keberanian yang kupunya kupinang dirimu pada suatu malam di tempat itu, hanya aku, kamu dan malaikat di samping kita yang jadi saksinya.
Seiring berjalannya waktu, semua orang tahu bahwa kita mempunyai hubungan sakral. saya bahagia sekali, bahagia bukan karena kamu sangat popular pada masa itu. tapi memang hati ini berkata seperti itu. dimana kamu berada, ada saya di sampingmu begitupun sebaliknya. saya bebas menjadi apa saja, begitu juga kamu. saya gila, kamu gila, kita menggilai diri kita sendiri. berdua kita menertawai indahnya dunia, berdua kita mencaci busuknya dunia, berdua kita teriakan arogansi tanpa batas. karena ketika kita berdua, kita tidak takut apapun dan siapapun, kita adalah penguasa dunia kita sendiri. bahkan ketika pamormu jatuh terinjak, ketika seisi sekolah mencibir dan memandangmu sebelah mata. saya masih tetap disana. masih tetap disisimu sambil menggenggam tanganmu dan membimbingmu. jangan pedulikan mereka sayang, persetan dengan mereka, kita nikmati keautisan hidup ini berdua saja. kita perjuangkan esensi hubungan ini agar seluruh dunia sadar bahwa dirimu ada untuk dinikmati, bukan untuk diinjak.
Masih ingatkah kamu ketika saya lulus dari formalitas akademik berlabel sekolah, saya ciptakan kamu beberapa hadiah untuk memantapkan keeksisan dirimu di industri ini. namun maaf sayang, ketika hadiah itu kuberikan, masa depan menuntut perhatian lebih dari sang pikiran. menimbang skala prioritas itu maka kusimpan coretan kenangan akan dirimu di halaman belakang hidup ini. kukejar mimpi utama hidupku dulu sambil tetap kunikmati dirimu sepenuhnya, tidak pernah merasa kesepian karena saya tahu kamu masih selalu ada dsana, masih setia menemani. bahkan sampai sekarang pun kita masih saling menikmati satu sama lain dengan cara yg lebih dewasa, cara yang lebih matang dan lebih arogan.

Oiya..saya lupa memperkenalkan dirinya..namanya adalah hip-hop.

Sunday, January 18, 2009

SD 1993-1998

Zaman ketika diri tidak terlalu dirisaukan oleh problema, ketika riak tawa senang masih sering menghinggap di hati. sungguhpun sebuah kenangan, masih ingat saya pada jamannya. ketika saya bermutasi ke sekolah yang lbh dekat dari rumah. dekat sekali, bahkan apabila bel berbunyi pukul 7.00 dan saya berangkat dari rumah pukul 7.15, saya masih belum terlambat. perkenalan cukuplah menjadi catatan menarik. meski sudah lebih dari 10thn tapi masih tetap membekas di memori otak yang berukuran 3128 GB dan berjenis data FAT32 ini. kira-kira peristiwa ini terjadi pada tahun 1479.
"eh ko, knp pindah ke SD ini?" teman baru saya bertanya,
"oo..gpp, biar deket aja sama rumah.." jawab saya,
"emng rumah kmu dimana?"
"itu pas belokan yang deket mesjid."
"eh, rumah anjing itu?"
"hah??"
"iya, rumah yg ada anjingnya.."
"hooh.."
"wah anying gelo..anjing kmu tuh sering ngejar2 kita tauk!"
"oh..punten atuh..atas nama anjing saya, saya minta maap!"
"dimaafkan! mari kita berteman.."
Sekilas dialog perkenalan yang merupakan awal dari sebuah petualangan anak ingusan. petualangan konvoi sepeda bersama-sama, petualangan dikejar anjing ketika konvoi sepeda bersama-sama, dan ironisnya itu anjing saya sendiri. anjing yang kesalahannya sudah dimaafkan oleh teman-teman saya ternyata mengulangi lagi kesalahannya. teman-teman menyalahkan saya karena saya takut sama anjing saya sendiri. tapi saya membela diri dengan alasan saya tidak kenal dekat sama anjing saya. cuma hafal muka.
Petualangan menjelajahi sawah demi mencari sepetak rumput untuk bermain bola. lumpur dan lintah bahkan menjadi kawan karib kami berpetualang, walau hujan dan petir bersahutan datang menemani kami yang sedang bermain bola di lapangan terbuka tanpa ada benda yang lebih tinggi menjaga kami. kami tetap tidak perduli, tetap bermain, tetap tertawa, tetap bahagia. kita berpikiran bahwa kesambar petir mungkin hanya akan berdampak gatal-gatal dan susah buang air besar.
Juga petualangan mencoba sesuatu yang baru, bahan-bahan alami yang disediakan ibu pertiwi dan disimpan di tanah air kita. ketika kelompok kami dengan sepeda andalannya masing-masing bertemu di rumah teman saya yang kecil. tapi besar.
ngerti ga? maksudnya teman sayanya kecil, rumahnya besar.
"hah? ngapain bawa kantong plastik?" tanya saya,
"buat nangkepin capung sama belalang.." teman saya menjawab,
"buat apa?"
"dimasak..jadi cemilan.."
"emang enak?"
"katanya mah enak..digoreng dulu trus nih pake bumbu indomie!"
"nanti kalau keracunan gimana? saya takut meninggal.."
"ga akanlah! kita kan masih kecil, belum waktunya!"
Berangkatlah kami semua para laskar pelangi abad 14 ke areal persawahan yang belum pernah terjamah oleh semua manusia kecuali petani. tangkap capung. tangkap belalang. tangkap capung. tangkap belalang. tangkap capung. tangkap babi. eh tapi babi kami lepaskan karena haram. hanya berbekalkan kompor mungil dari kaleng susu. asli, kita buat itu sendiri. kami menggunakan tutup kaleng tersebut sebagai wajannya. belalang cabuti kakinya, capung cabuti sayapnya. supaya ketika digoreng mereka tidak kabur. setelah berwarna cokelat matang, angkat lalu tanpa ditiriskan kami taburi bumbu indomie. nikmati selagi panas. supaya rasa aslinya hilang.
Oohh kawan, sungguh kepolosan yang indah, sungguh ketulusan berbagi tanpa meminta, sungguhpun persahabatan tanpa syarat. kemanakah kalian teman? sudahkah kalian tau bahwa si meong, anjing saya yang suka mengejar kalian itu sudah mati? sudahkah kalian tahu bahwa petir itu ternyata sangat berbahaya? dan apakah kalian masih tetap tahu dan menjunjung tinggi bahwa babi itu haram? si ican. teman kita ican yang ikut memasak belalang itu, yang jago bahasa inggris itu, sekarang sudah menjadi koki dia. koki di U.S. masih ingatkah dia gurihnya capung dan belalang itu? masih ingatkah dia bagaimana asinnya bumbu indomie? semoga saja dia masih ingat. begitu pun dengan kalian teman. begitu juga dengan saya.

Sunday, January 4, 2009

Tahukah kamu sayang..

Ketika kamu datang membuka pintu sebuah kedai kopi, kopi itu hanyalah sebuah biji tak bertuan!

ketika kursi kayu itu kamu duduki, pria hanyalah sesosok budak nafsu tak berotak!

ketika cangkir yang kamu pesan datang, aku hanyalah seorang pengamat yg duduk tepat di belakang kursimu!

ketika mata bertemu pandangan beradu, diri ini hanyalah sebuah firasat yang memberanikan untuk duduk di sampingmu!

ketika tangan menyalami satu sama lain, nama ini hanyalah barisan kata yg keluar dari mulutku!

ketika tubuh ini bertengger tepat di sampingmu, pria lain hanyalah mahluk pengumpat yang hobi berkeluh kesah!

ketika bibirmu berucap lucu, telinga ini hanyalah organ yang bekerja lebih keras ditemani hati yang mencerna!

ketika gelak tawa menyertai, air mata hanyalah sebuah tanda bahagia yang berlebihan!

ketika rasa canggung sirna tak berbekas, rasa nyaman hanyalah satu rasa yang mendominasi udara sekitar!

namun sayang..

ketika mulut ini bergerak sesuai giliran, pandanganmu hanyalah pandangan kosong tak bermakna!

ketika satu kalimat terucap dariku, mulutmu hanyalah produsen yang memproduksi kalimat 5 kali lebih banyak dari kalimatku!

ketika cerita saling bertukar pemilik, dirimu hanyalah seorang yang tidak mau membeli ceritaku!

ketika egosentris mulai terkuak, ragamu hanyalah sebuah aksesoris indah tak bernilai!

ketika sebuah topik kulemparkan, daya tangkapmu hanyalah sebuah daya yang tidak sigap menangkap!

ketika topik lain kulemparkan lebih rendah, daya tangkapmu hanyalah daya yang masih juga tidak bisa menangkap!

ketika kali ini kuluncurkan bukan kulempar, kamu hanyalah keledai yang selalu mengulang lagi kesalahannya!

ketika kopi dalam cangkir ini kuminum habis, tanganmu hanyalah tangan yang menaruh rokok ke mulutmu lalu menyundutnya!

ketika jasadku pergi, dirimu hanyalah seorang wanita yang tengah merokok di pelataran kedai kopi!

tahukah kamu sayang..

ketika dirimu berucap, otak hanyalah sebuah pelengkap bagi tengkorak yang kosong!

ketika intelejensi berbicara, rupa hanyalah seonggok tahi kucing hangat!

Friday, December 19, 2008

62 dan 60!

Sepekan lalu saya menghadiri sebuah konferensi internasional yang diadakan di salah satu pulau di Malaysia. Konferensi yg dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswa asing yang menuntut ilmu di Malaysia dan juga pembicara-pembicara yg didatangkan langsung dari Sydney hingga Washington. Sungguh membuka wawasan saya akan polemik dunia akademik yang ada sekarang ini, acara ini juga dapat melatih otak saya yang hampa ini untuk mengikuti alur pikiran para doktor maupun profesor yang banyak hadir dalam acara tersebut. Satu yang menarik perhatian saya adalah sebuah pidato pembuka dari departemen pendidikan tinggi disini, saya melihat bagaimana disini pendidikan sangat diutamakan, sangat dimanja, layaknya anak bungsu yang jenis kelaminnya berbeda dengan kakak-kakaknya, betul-betul sebuah prioritas negara! mereka sadar bahwa pendidikan ialah dasar utama bagi kemajuan seluruh aspek yg terlibat dalam hidup manusia, dengan meningkatnya taraf pengetahuan sebuah bangsa tidak menutup kemungkinan untuk melahirkan sebuah inovasi yang dapat memudahkan kehidupan manusia yang juga akan berakibat meningkatnya taraf ekonomi, sosial, dll.

Lalu saya bercermin dengan negara tempat dimana saya lahir, Indonesia. Pendidikan yang hanya dianggap sebelah mata oleh pemerintah, diacuhkan seperti anak yang dianggap lahir bukan dari rahim ibunya, dimana guru maupun dosen diludahi harga dirinya bahkan sampai harus meludahi dirinya sendiri demi selembar amplop proyek, ketika orang tanpa pendidikan pun bisa menjadi politikus yang mewakili rakyat-rakyatnya, sungguh menyedihkan. akibatnya sekarang, negara dengan sumber daya alam paling mewah di jagad raya ini harus menjadi boneka tanpa otak mainan negara-negara maju yg bahkan tidak punya cadangan energi bagi dirinya sendiri. minyak, emas, pohon, bumi kita habis dihisap oleh perusahaan-perusahaan asing. seperti lebah yang terus menyedot sari bunga sampai bunga itu terkuyup layu lalu mati.

Ironisnya lagi, kita dengan arogannya emoh untuk mencontoh sisi positif dari negara tetangga kita. dengan lantangnya kita mengirim wakil kita ke negara-negara maju di seluruh belahan dunia dengan biaya yang tak terhitung jumlahnya lalu memaklumi apabila mereka pulang tanpa ilmu namun membawa koper yang penuh dengan tas belanjaan yang harganya selangit. sebuah kisah nyata yang kita sendiri tau namun tak bisa berbuat banyak. selama saya hidup di malaysia alhamdulillah saya blm pernah menerima ancaman atau hinaan karena saya WNI, namun apabila saya pulang ke Indonesia tak terhitung jumlahnya kawan yang berkata "Ko, Malay gelo! bakarlah bakar!", "ganyang Malaysia!", "Reog diklaim Malaysia ya ko? anjing emang negara!", "ikut pukulin anak Malay yg di unpad yuk!". Walau semuanya bernada gurauan namun sadarkah mereka kalau mereka itu telah banyak membuang waktu memikirkan keburukan negara lain yang ujung-ujungnya akan membuka borok-borok negara mereka sendiri. mereka yang berteriak keras reog telah dicuri bahkan lebih sering terlihat memakai baju keluaran topman ketimbang batik, mencibir peterpan namun memuja muse, lebih senang makan fastfood daripada ketoprak! apakah tidak terlihat paradoks? apakah mereka tidak kenal istilah introspeksi? apakah mereka senang menelan ludah mereka sendiri? sedangkan pemerintah Malaysia yg tidak ambil pusing akan cemoohan itu malah mampu menurunkan harga bensin sampai sekitar Rp.3000 dari semenjak kenaikan global harga minyak!

Saling menghormati itu perlu, Kerjasama itu baik, Damai itu indah, percayalah!



Aricko Khena Kaban
who really love Indonesia
20122008|415am

Thursday, October 30, 2008

Model yang bersahaja..(Karangan Imajiner)

Baru-baru ini saya diminta menjadi model sebuah majalah yang sangat ternama di negeri kita. majalah yang sangat berbobot dalam menyampaikan berita dan boleh dibilang cukup berani dalam membeberkan sebuah masalah tanpa memandang siapa tersangka dan siapa korban. saya dipilih karena wajah saya yang mencerminkan "kebebasan dan kekritisan dalam berpikir", seperti yang dikutip oleh sang creative director. berikut ini adalah sampul majalah tersebut bersama saya sang model tentunya.
Setelah photo session dengan majalah tersebut tidak disangka datang agen dari majalah lain yang meminta saya untuk menjadi model bagi sampul majalahnya bulan depan. cukup aneh memang karena majalah ini (yang saya tau) dikhususkan bagi kaum hawa, tapi setelah saya selidiki ternyata mereka akan launching majalah yang sama tapi lebih dikhususkan bagi kaum adam. dan saya dipilih karena sosok saya yang dinilai bisa mewakili seluruh lelaki di dunia atau minimal indonesia. pertanyaannya, apakah anda wahai lelaki merasa diwakili? kalau tidak harap angkat tangan. kalau saya tidak melihat anda angkat tangan ya saya akan membiarkan majalah dengan saya sebagai model sampulnya terbit ke khalayak ramai.

Peringatan Pemerintah:
berkhayal itu tidak dosa dan tidak pernah dilarang sama agama apapun, tetapi apabila menghina, mencaci, dan mencibir maka hanya dengan Tuhan saja urusannya. [namamu 31 : 24-25]

Sunday, October 26, 2008

Bahasa ooh bahasa...

Bahasa selain menjadi alat komunikasi yang paling primitif juga merupakan identitas suatu kaum yang membedakan antara satu kaum dengan kaum lainnya. setuju?kalau tidak setuju harap angkat tangan, jadi bisa saya ubah kembali opini saya di atas. tapi kalau saya tidak melihat anda angkat tangan ya akan saya biarkan.

kembali ke konteks perbedaan tadi. mungkin bahasa boleh menjadi sebuah permainan menarik bagi penduduk dunia pada umumnya. mengapa saya katakan sebuah permainan menarik? mari kita simak beberapa fakta yang akan saya beberkan secara gamblang, aktual, dan terpecaya setajam cutter.

zaman sma dulu saya punya teman baru, seorang murid mutasi dari sebuah sekolah terkemuka di jakarta. dia sama sekali tidak mengerti bahasa sunda dan kami remaja-remaja labil ini bersedia dengan tangan terbuka dan baju tertutup untuk mengajarkannya bahasa sunda. siang itu kota Bandung panas sekali, brapa derajat di atas celcius saya tak tau pastinya. tapi yang pasti cukup untuk membuat telor 3/398 matang apabila ditaruh di jalan raya. kami datang ke sebuah warung kopi di dekat sekolah dan masing-masing dari kami memesan minuman favorit kami. semua dari kami memesan minuman dingin sesuai dengan kewajaran otak kami. ada yg memesan es teh manis, es jeruk, es buah, dan si jakarta ini memesan cappucino. lalu sang penjual bertanya kepadanya, "cappucino na tiis teu cep?", dengan polosnya ia mengangguk. sesaat kemudian ia bertanya pada saya, "ko, tiis tuh apaan?" lalu saya jelaskan bahwa tiis itu mengandung racun. sontak ia berteriak agak keras, "bang! ga usah tiis!". tak lama kemudian minuman yang kami pesan datang. kami bersama2 menikmati minuman dingin dan teman jakarta itu terngangga melihat secangkir cappucino panas bertengger di depannya. wah bandung yang benar-benar panas mungkin pikirnya saat itu. (*ps: tiis=dingin)

fakta kedua adalah saya mempunyai seorang junior merana yang berasal dari jawa. logatnya yang medok dan sifatnya yang polos membuat mukanya terlihat seperti kumpulan lingkaran yang mempunyai titik besar di tengahnya. sasaran empuk maksudnya. dia memesan nasi ayam di kantin sekolah lalu makan di sebuah ruangan kecil yang dikhususkan untuk setiap ekskul yang ada di sekolah kami(sekretariat ekskul.red). setengah nasinya habis dia bertanya pada saya, "eh sambal bahasa sundanya apa?" saya jawab "sambeul". dia setengah tidak percaya, "itu bahasa indonesia cuma tambah eu doank..bahasa sundanya apa?". di belakang ada yang berceletuk "leho!, sambal itu bahasa sundanya leho!". senyumnya melebar dan dengan langkah yang pasti dia setengah berlari menuju kantin, tak lama dia kembali bersamaan dengan pudarnya senyum dan langkah yang goyah, kami bertanya "kmu kenapa?". dia menjawab pelan namun tetap terdengar oleh setiap kuping jahil di ruangan kecil itu, "tadi di kantin saya diketawain semua orang..saya bilang ke ibu kantin..bu, boleh tambah lehonya ga?yang banyak ya..". (*ps: leho=ingus)

fakta ketiga adalah seorang arab gila yang mungkin terlalu lama mencicipi kehidupan bebas di U.S. saya jarang bertemu dengannya tapi dia adalah teman baik kawan-kawan indonesia dsini. suatu ketika kami berkumpul kembali dan dia berkata "anjrit , goblog, bodoh, kont*l, p*pe, dll". wah sebuah kemajuan pesat pikir saya! lalu saya bertanya secara personal padanya.
"hey where did u learn that words?" tanyaku,
"ouw..i learn from this guys.." sembari menunjuk teman-teman saya,
"oo..do u know what that words means?"
"yea i know..there all bad words right?"
"yes..hmm..but i bet u dont know it at the first place!"
"haha..thats true! this people want to mess with me at the beginning!but then they told me the truth!"
"oh i see..hey, btw, do u know "bangsat"?"
"naah..never heard that..what is "bangsat"?
"bangsat means georgeous..now u tell the guys.."

inilah mengapa saya katakan bahwa bahasa merupakan sebuah permainan menarik bagi penduduk dunia. saya bertaruh setiap manusia di belahan dunia yang mempunyai bahasa unik pasti pernah berbuat seperti ini terhadap sesamanya. teringat sebuah quote dari mana saya lupa: "senyum ialah bahasa yang universal", sebuah quote yang mnurut hemat saya dapat menyatukan seluruh perbedaan yang ada di mukaaaaa pundak lutut kaki lutut kaki muka bumi.

"tersenyumlah..dengan begitu mereka tentu akan mengerti apa yang ingin anda sampaikan.."